jump to navigation

Tips Memilih Badan Sertifikasi July 25, 2007

Posted by QMS Guy in : Certification, ISO 9001 , trackback

Certificate

Jadi, sekarang Anda saatnya Anda untuk memilih badan sertifikasi. Bisa jadi Anda baru selesai mengimplementasikan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000, atau setelah sertifikat Anda habis masa berlakunya Anda mencoba untuk menggunakan jasa badan sertifikasi lain.Ingat, bukan berarti jika pada saat awal implementasi kita disertifikasi lantas sertifikasi tersebut berlaku selama-lamanya. Sertifikat hanya berlaku 3 tahun. Setelah 3 tahun terdapat 2 pilihan, apakah Anda melanjutkan sertifikasi dengan badan sertifikasi yang sama atau tidak.

Nah, di Indonesia terdapat banyak sekali badan sertifikasi yang bisa Anda pilih dan seluruhnya sudah menggunakan auditor lokal yang tentu saja lebih memudahkan kita (dan anggota organisasi) untuk berkomunikasi dengan mereka.

Kualifikasi sebagian dari auditor juga sudah bagus dan sebagian bahkan memiliki jam terbang melakukan audit di luar negeri.

Ada beberapa hal yang kami sarankan untuk Anda lakukan untuk memilih badan sertifikasi di Indonesia:

  1. Perhatikan ruang lingkup sertifikasi Anda dan apakah ruang lingkup tersebut sesuai dengan kemampuan dari badan sertifikasi. Setiap badan sertifikasi diakreditasi untuk ruang lingkup yang dianggap ‘mampu’ oleh badan akreditasi. Misalnya, BVQI dalam akreditasi UKAS dapat melakukan audit untuk ruang lingkup EA1 Agriculture, sedangkan AJA Registrar tidak.
  2. Selaraskan alasan untuk disertifikasi (terutama jika sertifikasi adalah persyaratan pelanggan kita), jika kita memilih badan sertifikasi yang juga dikenal dan “diakui” oleh pelanggan, tentu saja ini lebih menguntungkan. Misalnya jika kita mensuplai ke perusahaan otomotif di Prancis, Citroen, bisa jadi badan sertifikasi dari Prancis lebih mereka sukai.

Langkah berikutnya adalah:

  1. Perhatikan pengalaman dari badan sertifikasi yang sedang Anda bandingkan. Apakah mereka pernah melakukan audit di bidang industri Anda. Apakah mereka mengaudit kompetitor Anda, pemasok Anda, pelanggan Anda. Sebagian perusahaan tidak menyukai badan sertifikasi yang mengaudit kompetitor mereka, sebagian justru condong ke badan sertifikasi yang mengaudit kompetitor mereka.
  2. Perhatikan pengalaman auditor mereka yang akan ditunjuk mengaudit organisasi Anda. Adalah hak Anda juga untuk memilih lead auditor dan auditor yang ditugaskan. Pelajari CV mereka (pengalaman audit, pengalaman di bidang serupa).
  3. Tanyakan kemudahan mengatur jadwal. Badan sertifikasi ‘besar’ cenderung sulit kita tentukan jadwalnya, karena mereka sendiri memiliki klien yang sangat banyak yang harus diaudit. Minta komitmen mereka untuk menyesuaikan jadwal mereka untuk kita, mumpun mereka sedang dalam posisi “menjual”.
  4. Bandingkanlah biaya sertifikasi yang mereka tawarkan. Umumnya biaya ini masih negotiable. Bandingkanlah dengan beberapa badan sertifikasi yang memenuhi persyaratan-persyaratan lain di atas. Perhatikan juga biaya surveillance audit, karena Anda akan ditagih untuk setiap kunjungan mereka (umumnya 6 bulanan).
  5. Beberapa badan sertifikasi mulai memberikan value-added services, cobalah pertimbangkan manfaatnya bagi Anda. Jangan terjebak, tidak semua layanan tambahan tersebut Anda perlukan.

Comments»

1. - July 28, 2007

Saya pengelola lembaga pendidikan, bagaimana persyaratan untuk dapat mensertikasi iso9000:2000, dan mohon dikirimi softcopy tentang instrumen/form untuk iso 9001:2000 untuk mendapatkan sertifikasi, agar lembaga pendidikan yang saya kelola dapat mempelajarinya. Trim’s sebelumnya.

2. - July 28, 2007

Pak Setyabudhi,
anda dapat mendownload persyaratan standar ISO 9001:2000 di
“http://qualitysystem.wordpress.com/2007/07/10/download-standar-iso-90012000/”

jika anda telah memenuhi persyaratan2 yang ada di sana, anda bisa meminta badan sertifikasi untuk melakukan audit di lembaga pendidikan anda.

semoga bermanfaat.

3. - August 21, 2007

saya mau tanya, perbedaan sertifikat biasa (bersifat basic) dengan sertifikat untuk auditor itu apa?
fungsi dari sertifikat yang biasa tersebut apa saja?
Perlu diketahui, saya mengikuti pelatihan ISO 22000, dan katanya sertifikat tidak ada masa berlakunya. mohon penjelasannya

tx..

4. - August 21, 2007

Pak Ipank, sertifikasi individu berbeda dengan sertifikasi terhadap organisasi.
Sertifikasi personal atau individu yang diberikan organisasi penyedia jasa pelatihan memang umumnya tidak memiliki masa berlaku, terutama jika bukan bersifat SKILL CERTIFICATION. Untuk SKILL, biasanya memiliki masa berlaku, misalnya untuk auditor sistem manajemen mutu, perawat, dsb.
Fungsi sertifikat ini umumnya sebagai dokumentasi/bukti kompetensi dari seseorang. Sertifikat yang Pak Ipank dapatkan, menunjukkan bahwa menurut organisasi yang memberikan pelatihan tsb, Pak Ipank kompeten (baca: memahami) ISO 22000.

Sertifikasi untuk organisasi, misalnya untuk standard ISO 9001:2000 atau ISO 22000, memiliki masa berlaku 3 tahun.

5. - August 24, 2007

saya mau tanya, sebenarnya pelaksanaan ISO itu apakah selalu dikerjakan oleh MR? maksudnya pembuatan formulir dan prosedur, bagaimana cara pengendalian dokumen yang baik? kemudian setelah jadwal ekternal audit selesai bagaimana status sertifikat tersebut setelah 3 tahun dijalani? mohon bantuannya….terima kasih
Fuji

6. - August 24, 2007

Pak Fuji, tidak benar bahwa pembuatan form dan prosedur dilakukan oleh MR. Management Representative (QMR, Wakil Manajemen) adalah “Boss”, “Manager” untuk sistem manajemen mutu. Dia adalah orang (management level) yang ditunjuk untuk me-manage sistem. Biasanya pekerjaan administrasi bisa diserahkan ke orang lain (karyawan clerical), atau malah dioutsource.

Sertifikat memang berlaku 3 tahun, tetapi akan diaudit setiap 6 bulan (atau 1 tahun) sekali (surveillance audit).
Setelah 3 tahun, maka akan dilakukan audit menyeluruh ‘ulang’ seperti pada saat sertifikasi pertama kali.

Jika audit sertifikasi mengaudit seluruh, katakanlah 25 Dept, maka pada audit surveilans (surveillance audit), hanya 5-8 Dept. Tetapi setelah 3 tahun, kembali dilakukan audit menyeluruh 25 Dept.

7. - August 30, 2007

Saya mengelola Lembaga Pendidikan IT, jika ingin menerapkan standar ISO 9001:2000, mulai dari 0, apa -apasaja yang harus saya lakukan, mohon penjelasannya. terima kasih

8. - August 30, 2007

Heri, kami membuat artikel untuk pertanyaan Anda, please check our first page :)

9. - September 6, 2007

Saya mau tanya mengenai masalah maintenance /audit surveillence ISO 9001-2000 tahapannya apa saja dan kegiataannya apa saja? Kebetulan kami di SAMSAT mau mengadakan kegiatan tersebut. Trimakasih sebelumnya.

10. - September 7, 2007

Pak Jojok, menarik sekali. Kami membuatnya menjadi satu artikel. Thanks for your idea, Pak!

11. QMS Aficionado - July 15, 2008

Sedikit OOT dari per-ISO-an. Seandainya suatu perusahaan membangun standar sistem mutu sendiri (bukan ISO, bukan SNI, dll), bolehkan perusahaan tersebut bertindak sebagai “badan sertifikasi” berdasarkan standar mutu tsb? Sbg contoh, supplier harus lulus sertifikasi untuk bisa memasok di perusahaan tsb.
Pertanyaan selanjutnya, bolehkan perusahaan tsb menunjuk unit regional di bawahnya sebagai badan sertifikasi? Artinya, induk perusahaan bertindak sbg “badan akreditasi”, sekali lagi menggunakan standar mutu versi internalnya.
Bagaimana keterkaitannya atau keabsahannya jika ditinjau dari KEPRES ttg BSN dan AKN?
Plis-plis-plis…, tolong dijawab. Thx sssoooo… vvwery much b4.