jump to navigation

RS Didenda Gara-gara Dokter Salah Operasi Kepala November 28, 2007

Posted by admin in : Customer Satisfaction, Health Care, Improvement, News, Poor but True, Service Quality , add a comment

Rhode Island Hosp

Sebuah kutipan dari kompas.com hari ini:

PROVIDENCE, SELASA - Rumah Sakit Rhode Island didenda $50.000 dan ditegur Departemen Kesehatan setelah tiga kali dalam setahun ada dokter salah mengoperasi otak pasien. “Kami sangat prihatin dengan pola yang tidak berubah ini. Meski rumah sakit ini telah mengembangkan ruang operasi, tetapi itu tidak dikembangkan ke wilayah lain rumah sakit ini,” ujar David R Gifford, Direktur Kesehatan, Senin (26/11).

Kasus terakhir terjadi Jumat (23/11). Menurut Departemen Kesehatan, ketua tim mulai membedah otak di sisi yang salah di kepala seorang pasien berusia 82 tahun. Untunglah keadaan si pasien baik-baik saja.

Februari lalu, dokter berbeda melakukan bedah saraf dari sisi yang salah di kepala seorang pasien, kata Andrea Bagnall-Degos, juru bicara departemen kesehatan. Si pasien juga tidak apa-apa.

Lebih parah yang terjadi pada Agustus. Seorang pasien meninggal setelah dokter ketiga mengoperasi sisi kepalanya yang salah. Insiden itu memicu peringatan dari negara bagian agar rumah sakit itu memastikan kesalahan yang sama tidak terjadi lagi. Pihak rumah sakit juga harus melakukan evaluasi terhadap praktik bedah saraf dan melakukan verifikasi lebih baik terhadap rencana kerja para dokter bedah.(AP/SAS)

Jika hanya sekadar membaca berita, mungkin kita masih bisa “…ck ck ck…, gawat bener rumah sakitnya!…”, tetapi jika kita membayangkan bahwa kita adalah pasiennya (korban), maka kita akan makin memahami bahwa pelayanan (dan produk) yang buruk bukan hanya mengenai kinerja organisasi kita, tetapi mengenai apa yang dirasakan oleh pelanggan kita. Sudahkan Anda mencoba merasakan apa yang dirasakan pelanggan Anda?

Seri dan Revisi ISO 9000 (Part-2) November 22, 2007

Posted by admin in : Certification, ISO 9001 , 1 comment so far

Tsukiji: ISO 9001 di proses penjualan ikan (Jepang)

OK, melanjutkan pembahasan kemarin, sekarang mari kita kembali ke subkategori dari standar Seri 9000. Untuk lebih memperjelas mengenai kategori dan subkategori ini, bayangkan mobil BMW.

Mobil BMW memiliki beberapa seri antara lain seri 3, 5, dan 7. Masing masing seri ini memiliki karakteristik sendiri. Banyak orang yang mengenalnya dengan BMW seri 3, BMW seri 5, BMW seri 7.

Pada masing-masing seri ini pun masih dibagi lagi contoh seri 3 ada yang 318 (kapasitas bensin 1,8L), 320 (kapasitas bensin 2L). Seri 3, 5, 7 adalah kategorinya sedangkan 318, 320 adalah sub kategorinya.

Jadi sama seperti mobil BMW yang sering hanya disebut seri 3,5 atau 7 untuk mengacu pada satu family produk, pada standar mengenai Quality Management System juga biasanya orang sering hanya menyebutkan Seri 9000.

Seri dan Revisi ISO 9000 (Part-1) November 21, 2007

Posted by admin in : Certification , 4comments

Mungkin Anda pernah melihat di beberapa perusahaan atau di kartu nama rekan anda, mereka mencantumkan tulisan ISO 9001:2000, ISO 9001:1994, ISO 9002:1994.

Apa maksud dari kode-kode ini? (more…)

Tips: Menyusun Sasaran Mutu (Part-3) November 19, 2007

Posted by admin in : Best Practice, ISO 9001, Sasaran Mutu, Tips , 4comments

Sasaran mutu menurut ISO 9001 haruslah SMART. Yakni, Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound.

Specific : sasaran mutu haruslah target yang spesifik dan jelas. Misalnya “Waktu per transaksi untuk setor tunai”, lebih jelas dibandingkan dengan “Waktu transaksi”.

Measurable : sasaran mutu haruslah terukur. Misalnya “Waktu per transaksi untuk setor tunai maksimal 3 menit”.

Achievable : target sasaran mutu haruslah sesuatu (more…)