jump to navigation

JD Power Asia Pacific - Indonesia Initial Quality Study December 28, 2007

Posted by admin in : Audit, Automotive, Benchmark, News , 1 comment so far


Singapore: 29 November 2007 – 3 model Toyota dan 2 model Nissan mendapatkan ranking tertinggi di segmen mereka masing-masing menurut J.D Power Asia Pasifik 2007.

Laporan dari J.D. Power mengukur problem yang dialami pelanggan terhadap kendaraan mereka pada saat 2-6 bulan sejak pembelian. Hal ini mencakup 200 masalah mencakup komponen komponen: eksterior kendaraan, pengalaman berkendara, fitur, panel kontrol dan display, audio, entertainment(hiburan) dan navigasi, tempat duduk, pemanas, ventilasi dan penyejuk, interior kendaraan, dan mesin dan transmisi.

PP100 adalah ukuran yang digunakan oleh JD Power untuk melihat kualitas dari merek kendaraan yang disurvey. PP100 adalah indikator jumlah masalah dalam 100 kendaraan selama 2-6 bulan pertama (jumlah masalah/defect per 100 kendaraan, satu kendaraan bisa memiliki lebih dari satu masalah contoh bunyi pada mesin, lecet dll, selama 90 hari sejak pembelian). Semakin kecil nilai PP100 artinya jumlah masalah semakin sedikit dan itu otomatis berarti semakin baik.

Hasil dari setiap segmen

 

Premium Compact Car segment

Toyota Yaris (2 tahun berturut-turut) 98 PP100, diikuti oleh Suzuki SX4 106 PP100 dan Honda Jazz 124 PP100.

 

Midsize Car

Redesigned Toyota Vios(2 tahun berturut-turut) 109 PP100. Honda Civic 127 PP100, Honda City 131 PP100.

 

Entry SUV

Toyota Rush 153 PP100, Daihatsu Terios 179 PP100, Isuzu Panther 203 PP100

 

SUV

Nissan X-trail 85 PP100, Toyota Fortuner 95 PP100, redesigned Honda CR-V 105 PP100

 

MPV

Nissan Grand Livina 111 PP100, Toyota Kijang Innova 124 PP100 dan Daihatsu Xenia 183 PP100.

 

Temuan Menarik

JD Power menemukan bahwa, dalam rata-rata, pemilik kendaraan baru di Indonesia mengalami 1,6 masalah (160 PP100) dalam waktu 2-6 bulan kepemilikan. Masalah yang terkait mengenai mesin dan transmisi adalah masalah yang paling sering dilaporkan, berkontribusi terhadap 31 persen dari seluruh masalah yang ditemukan. Masalah kedua yang sering dilaporkan adalah kesulitan berpindah gigi (untuk mobil manual) dan penggunaan bensin yang tidak irit. Sebagian besar dari pelanggan Indonesia (71%) melaporkan mengalami paling sedikit 1 masalah dengan kendaraan mereka pada awal 2-6 bulan kepemilikan awal.

 

“Menemukan masalah pada kendaraan baru, terutama di masa awal kepemilikan secara negatif berdampak kepada opini pelanggan mengenai produk, dan juga mempengaruhi kesetiaan dan kemungkinan untuk memberikan rekomendasi” menurut Rajeev Nair, Country manager pada JD. Power Asia Pasifik, Singapore. 45% customer yang tidak mengalami masalah terhadap kendaraan mereka menyatakan bahwa mereka secara pasti akan merekomendasikan model yang mereka beli kepada teman atau saudara, Proporsi ini menurun hanya menjadi 25% dibandingkan pemiliki kendaraan yang mengalami masalah. Ini merupakan hal yang penting karena pembeli kendaraan baru 62% menyatakan bahwa mereka mengandalkan informasi dari teman atau saudara ketika memutuskan untuk membeli merek atau tipe mobil baru.

 

Indonesia IQS 2007 dihitung berdasarkan evaluasi dari 2.796 pemiliki kendaraan yang membeli kendaraan mereka antara Oktober 2006 dan Juni 2007. Penelitian mencakup 50 kendaraan penumpand dan 14 kendaraan utility. Studi dilakukan dari April s/d Agustus 2007.

Best Practice: Pabrik Toyota - Lexus (Part 2) July 24, 2007

Posted by QMS Guy in : Automotive, Benchmark, Best Practice , 2comments

Test Track

Test Crack

Seorang pengemudi Lexus yang bersarung tangan membawa sebuah LS600h yang baru untuk pengetesan on the road. Pengetesan mencakup total 55 point check, termasuk tingkat kebisingan ketika bergerak pada (more…)

Best Practice: Pabrik Toyota - Lexus (Part 1) July 23, 2007

Posted by QMS Guy in : Automotive, Benchmark, Best Practice , 1 comment so far

Awal bulan ini BusinessWeek mendapat kesempatan yang sangat jarang didapat orang lain. BusinessWeek diundang Toyota untuk melihat pabrik mereka di Tahara.

Sekarang ini, Tahara (sebelah barat Tokyo), memproduksi Lexus tipe LS, GS, dan IS, termasuk LS 600h dan LS600hL hybrids. LS600hL hybrids adalah sedan Lexus yang termahal yang pernah dibuat oleh Toyota. Dengan spesifikasi penuh, harga LS600hL mencapai $126,000 atau sekitar 1,134 Milyar Rupiah (kurs Rupiah 9000 per dolar). Produk ini akan dijual di Amerika Serikat musim panas ini.

Toyota berharap model high-end Lexus ini akan dapat meningkatkan merek mereka terutama dalam pertarungan dengan rival mereka (Mercedes dan BMW). Kemenangan ini sangat penting terutama untuk area Jepang dan Eropa, dimana Lexus masih belum dapat menduplikasi kemenangannya seperti di pasar Amerika.

Mari kita lihat pabrik Tahara ini!

Lexus Engine Plant

Pabrik Tahara

Toyota mengklaim pabrik mesin di kota Tahara adalah satu-satunya pabrik otomotif di dunia yang mewajibkan pekerjanya untuk (more…)