Kuil Hindu Disertifikasi ISO 9001:2000 October 19, 2007
Posted by admin in : Certification, Customer Satisfaction, ISO 9001, News, Service Quality , add a commentKuil Hindu yang berumur lebih dari seratus tahun (117 tahun tepatnya) di Malaysia mungkin menjadi kuil pertama yang mendapatkan sertifikasi internasional ISO 9001:2000.
Berdasarkan kutipan kantor berita Malaysia “Bernama”, Kuil Sri Sundaraja Perumai di Klang, sedikit di luar Kuala Lumpur, mendapatkan ISO 9001:2000 sertifikasi di bulan November 2006 dengan scope/ruang lingkup : Religious, Cultural and Social Services.
Terlihat dalam gambar Menteri Tenaga Kerja Malaysia S. Samy Vellu (kiri) sebagai perwakilan yang menyerahkan sertifikat ISO 9001:2000 tersebut dan Presiden/Kketua Kuil S. Anandakrishnan.

Menurut Anandakrishnan, selama 3 tahun administrasi di kuil tersebut bekerja keras untuk mendapatkan sertifikasi. Hal ini mereka lakukan dengan mempersingkat dan menstandardisasi pekerjaan harian yang mereka lakukan di kuil.
Pura Sundaraja dikenal dengan sebutan “Thirupati of South East Asia”.
Notes: QMS Guys melakukan research apa yang dimaksud Thirupati, ternyata Thirupati adalah tempat atau kota suci yang terletak di Andra Pradesh India. Yang lebih mengejutkan lagi buat kami ternyata Thirupati merupakan kota suci yang memiliki pengunjung terbesar di dunia, bahkan lebih besar dibandingkan Vatikan atau Jerusalem atau Mekah. Dapat Anda bayangkan?
“Kuil lainnya tidak diwajibkan untuk mengikuti Standard Operating Procedure kami, tapi kami ingin menjadi benchmark, jadi setiap orang mengetahui kami memberikan pelayanan yang berkualitas dalam kepercayaan religius.” kata Anandakrishnan.
Panduan standard disediakan untuk aktivitas-aktivitas seperti pemesanan ruangan pernikahan dan apa yang boleh dilakukan serta yang tidak dibolehkan oleh pendeta hindu ketika melakukan doa.
Di Malaysia penduduk yang menganut agama Hindu mencapai 10% dari populasi.
Sumber: India eNews, Wikipedia
Interpretasi Customer Communication (7.2.3) ISO 9001:2000 September 17, 2007
Posted by QMS Guy in : Best Practice, Customer Satisfaction, Improvement, ISO 9001, Service Quality , 2comments
Teman kami yang pernah ke Disneyland pernah bercerita dahulu disana ada satu wahana favorit yaitu pertunjukan 3D, “Captain EO” (dibintangi oleh Michael Jackson yang menjadi kapten luar angkasa penumpas bandit luar angkasa), waktu itu Michael Jackson masih populer-populernya.
Walaupun antriannya panjang namun masih banyak juga orang yang rela untuk mengantri wahana ini. Uniknya adalah Disneyland memasang semacam penanda-penanda (more…)
Kinerja Produk = Masa Depan Bisnis September 16, 2007
Posted by QMS Guy in : Customer Satisfaction, Improvement, Poor but True, Service Quality , add a comment
Wuih,…. kami benar-benar tidak bisa mengupdate weblog QualitySystem.WordPress.com ini karena business trip hampir seminggu ini. Kali ini, kami menggunakan jasa 2 perusahaan penerbangan yang berbeda. Yang satu adalah Lion Air, dan satu lagi adalah Garuda Indonesia.
Saya yakin, saat ini Anda langsung berpikir bahwa ‘pastilah ini artikel yang membandingkan kinerja Lion Air dengan Garuda Indonesia’, ‘pastilah artikel ini menceritakan superioritas Garuda Indonesia atas Lion Air dalam hal pelayanan dan ketepatan waktu’.
Well,… ANDA BENAR! Menarik bukan, bagaimana image produk yang satu melekat dalam benak kita sebagai pelanggan, terlebih jika sebuah “pelayanan” yang buruk jika berlangsung terus menerus akan membuat orang ‘terbiasa’ dan kemudian mengasosiasikan kejadian buruk ini dengan produk kita. Bahkan, dengan menyebut Lion Air dan Garuda Indonesia saja Anda dapat menebak apa yang ingin kami ceritakan! ![]()
Kami yakin Lion Air terus memperbaiki kinerjanya, walaupun minggu lalu penerbangan kami ditunda 2 jam lebih, dengan alasan apapun. Untuk Garuda Indonesia, memang tidak sempurna, kami ditunda juga, tetapi dalam batas yang masih ‘wajar’, 15 menit. Saat ini, tuntutan masyarakat memang lebih ke harga, tetapi tidak tertutup kemungkinan dalam beberapa waktu ke depan harapan masyarakat terhadap ketepatan waktu makin tinggi.
Dan, pada saat itu terjadi, jika Lion Air masih tidak bisa memperbaiki hal ini, maka bersiap-siaplah disalip low-cost-carrier Air Asia Indonesia. Walaupun Lion Air adalah penerbangan pertama di dunia yang menggunakan Boeing 900ER, who cares…
Jika memang Lion Air ingin berpindah menjadi full-service-carrier dan menjadi kompetitor Garuda Indonesia, well,… sepertinya Lion Air masih perlu belajar lebih banyak.
Oh ya, bagaimana dengan produk Anda? Adakah hal-hal negatif yang kerap berulang pada produk Anda? Segera CARI TAHU, dan perbaiki, jangan sampai calon pelanggan Anda mendengarnya dari pelanggan Anda saat ini!
Bad product will lead to bad business!
Survey Kepuasan Pelanggan Internal: Unlock Opportunities! August 28, 2007
Posted by QMS Guy in : Best Practice, Customer Satisfaction, Improvement , add a commentMenarik sekali pendapat Suvi di posting kami “Segmentasi Pelanggan dalam Survey Kepuasan Pelanggan”. Tidak banyak orang yang sudah pada posisi memahami bahwa internal customer satisfaction adalah salah satu kunci awal dalam mencapai customer satisfaction (baca: external customers). Bravo, Suvi!

Walaupun ini bukanlah persyaratan ISO 9001:2000, tetapi implementasi survey kepuasan pelanggan internal memungkinkan kita untuk membuka pintu (unlock!) bagi sekian banyak peluang perbaikan, perbaikan suasana kerja, dan ujungnya adalah kepuasan pelanggan!
Ada beberapa tips untuk (more…)